A. Latar Belakang
Sastra sebagaimana ilmu yang lain, juga mengalami perkembangan dari masa ke masa. Sastra telah dikenal sejak masa lampau saat Islam belum datang, yakni di masa Jahiliyah. Sehingga sastra memiliki karakteristik tertentu sesuai tempat dan masanya. Secara universal dalam kitab al- wasith perkembangan sastra dibagi menjadi lima, yakni sastra di masa jahiliyah, di masa shodrul Islam dan kerajaan Umayah, di masa Abasiyah, di masa Turki dan di masa Modern hingga saat ini.
Di masa jahiliyah, sastra berkembang dengan begitu pesat karena penduduk jahiliy selalu menggunakan satra sebagai bahasa sehari-hari. Bahkan ketika peperangan antar kabilah pun mereka berperang dalam hal sastra, sehingga tak heran jika sastra berkembang pesat di masa itu. Pada masa ini, setiap kabilah memiliki sastrawan kebanggaan. Seorang sastrawan sangat dihargai dan dihormati.
Sedangkan di masa shodrul Islam, yakni ketika Islam hadir sastra tetap dikembangkan. Namun perkembangan di masa ini tidak sepesat perkembangan di masa jahiliyah. Di masa ini banyak syair-syair masa jahiliyah yang ditinggalkan karena esensinya tidak sesuai dengan syariat Islam. Dan kali ini, penulis akan memaparkan perkembangan sastra Arab di masa Abasiyah awal.


